Jumat, 09 April 2010

* Ford County * Twinkletoes - The petualangan Malaka * Life


Sumber : The Malay Mail via Yahoo Alerts - Ulasan Buku: Ford County, Twinkletoes
Dikirimkan oleh dominah pada Selasa 30 Maret 2010

Oleh Dominah Devadas, Selasa, 30 Maret 2010 12:02:00

Ford County, Judul: Ford County, Pengarang: John Grisham, Penerbit: The, Random House Publishing Group, Rating: 7 / 10

Beristirahat dari hiruk-pikuk jalanan kota dan pengalaman hidup di sebuah kota kecil dengan membaca John Grisham Ford County.

Dalam buku ini, Grisham menceritakan tujuh lantai bergerak yang terjadi di Ford County, Mississippi.

Itu sebuah kota kecil di mana semua orang berbicara tentang semua orang dan selalu ada seseorang yang keluar untuk mendapatkan seseorang atau sesuatu.

Ada karakter yang Anda mungkin akan datang di dalam kehidupan sehari-hari - yang manipulatif, licik, egois, naif dan bodoh baik.

Dalam satu kisah tertentu, ada orang kaya muda dengan penyakit mematikan dan semua orang menghindari bersentuhan dengannya karena takut bahwa mereka mungkin tertular penyakit tersebut. Dia tidak diizinkan untuk masuk ke dalam taksi atau bahkan terlihat di depan umum.

Ada cerita lain di mana satu karakter menghitung muda berteman orang tua kaya supaya dia bisa mewarisi harta orang itu.

Semua tujuh lantai yang kompak dengan pelajaran kehidupan yang harus dipelajari dari. Jika Anda seperti To Kill A Mockingbird, Anda akan seperti Ford County.

Ketika Anda membaca buku ini, Anda merasa seperti Anda dibawa kembali pada waktunya untuk sebuah kota kecil. Semuanya tampaknya tepat dari jargon untuk slang tersebut. Ini adalah baca baik untuk bersantai akhir pekan. - Dengan DEVADAS DOMINAH

Senin, 25 Mei 2009

Meramal Mobilitas Masyarakat Padang Lawas


Oleh Aminuddin Siregar

Nampaknya, para ahli sosial sepakat bahwa, mobilitas masyarakat ditentukan oleh sekurang-kurangnya dua hal sangat pening. Penting karena harus selalu diingat bahwa naik turunya peringkat seorang individu dalam masyarakatnya selalu diukur dari kemampuan dan usahanya sendiri.
Tentang yang pertama, lepas dari persoalan kapitalisme yang memiliki keterbukaan relative, maka perkembangan industri dapat mendorong suatu masyarakat ke arah modernisasi yang dapat diasumsikan sebagai keberuntungan. Sebab kehadiran perkebunan misalnya, akan melahirkan munculnya ekonomi industri, meskipun pada awalnya mendapat tantangan berat.
Anggaplah Padang Lawas memiliki citra usaha perkebunan kelapa sawit, sekaligus industri pengolahan kelapa sawit itu sendiri. Baik yang dikelola oleh masyarakat, maupun yang kepemilikannya berada di bawah kendali pemerintah melalui Badan-badan usaha milik Negara dan atau milik Daerah. Hal ini jelas membuat suatu gerak dinamis keseharian masyarakat.
Pada saat masyarakat bergerak menuju modernisasi atau ingin memodernisir dirinya, maka di saat yang bersamaan seorang individu dapat membebaskan diri dari ikatan-ikatan tradisional yang membelenggu bagi berlangsungnya mobilitas dirinya, sehingga ia dapat memastikan kemampuan dan usahanya sendiri.
Ini penting bagi seorang individu yang hidup dalam suatu lingkungan atau lingkaran masyarakat yang berusaha memodernisir dirinya. Tingkat kompetisi terus menajam, lantaran kesempatan yang sama tidak akan pernah muncul untuk kedua kalinya. Dalam konteks ini ilmu sosial jelas tidak berurusan dengan idealisme.
Itu sebabnya di dalam masyarakat yang mengalami transformasi sosial besar-besaran senantiasa memberi pengaruh kepada struktur pekerjaan yang membuka kesempatan sangat besar bagi setiap orang. Dalam kondisi seperti inilah mobilitas sebuah masyarakat dikendalikan oleh proses industrialisasi yang terus berberubah dan berkembang.

***
Hal kedua ialah perubahan teknologi dalam proses produksi. Ini kembali perlu diingat dan mendapat perhatian serius. Di mana perubahan teknologi akan membawa akibat pada permintaan terhadap tenaga kerja kasar yang tidak terampil atau tidak memerlukan keahlian akan terus menurun.
Meskipun industrialisasi selalu menyampaikan “motto” memperluas kesempatan dan menyediakan lapangan pekerjaan. Tetapi dengan dinamika mobilitas sosial yang terjadi, sejalan dengan kenaikan standar hidup material secara besar-besaran juga tidak dapat dihindari. Walaupun hal ini bukanlah merupakan fungsi mobilitas sosial suatu masyarakat.
Kalau pendidikan merupakan sarana mobilitas dianggap sebagai hambatan dalam pencapaian ekonomi, maka hal ini sangat berkaitan dengan birokrasi ekonomi itu sendiri. Lantaran birokrasi belum bisa menunjukkan cirri-ciri kewirausahaan ketika organisasi birokrasi itu bergerak dalam suatu ekonomi pasar.
Sudah barang tentu hal ini diperkuat oleh tingkat pendidikan sebagai bagian terbesar dari faktor kunci laju pertumbuhan ekonomi, di mana mobilitas sosial masyarakat yang hampir tidak dapat disangkal, menurut Peter L. Berger dibentuk oleh kekuatan sosial, politik dan demografi, sebagai hasil sampingan dari perubahan stuktur ekonomi yang berhubungan dengan pekerjaan.
Contoh, konkrit dari hal ini digambarkan sangat bagus oleh Peter L. Berger dalam bukunya “Revolusi Kapitalis”, bahwa seorang anak dari keluarga seorang buruh kasar dengan latar belakang pendidikan sarjana, mempunyai kesempatan lebih baik dibandingkan dengan seorang anak dari keluarga pegawai kantoran tetapi tidak memiliki tingkat pendidikan tersebut.

***
Katakanlah Kabupaten Padang Lawas sebagai sebuah kawasan yang kini tengah mengalami proses transformasi social besar-besaran. Di mana industri kelapa sawi semakin mengalami peningkatan cukup signifikan. Maka tingkat mobilitas masyarakatnya juga akan mengalami percepatan dengan pola-pola persambungan dan hubungan social yang berubah dari sebelumnya.
Dengan berkembangnya industri di tengah masyarakat akan muncul perubahan pola-pola hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Biasanya ini tidak secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat bersangkutan. Tetapi dapat diamati sejauh mana perubahan pola-pola yang menggambarkan dinamika mobilitas sebuah masyarakat.
Perkembangan industi sudah jelas akan membuka lapangan kerja dari semua jenis pekerjaan. Tetapi bersamaan dengan itu perubahan teknologi. Tidak saja perubahan teknologi industriitu sendiri, tetapi juga perubahan teknologi informatika yang begitu cepat dan meluas, seperti halnya Kabupaten Padang Lawas.
Semua itu sangat menguntungkan bagi proses pembangunan di satu sisi. Tetapi disisi lain akan membuka tingkat persaingan yang sangat tinggi, yang mengharuskan setiap tenaga kerja harus siap untuk selalu memperbaharui pengetahuannya baik melalui pengalaman yang sudah ada maupun melalui berbagai pelatihan teknis dan keahlian lainnya.
Dengan semakin tingginya tingkat persaingan yang dibawa langsung oleh perubahan teknologi yang mengikuti percepatan perkembangan industri, maka semakin tinggi tingkat mobilitas social sebuah masyarakat. Kompleksitas keseharian masyarakat juga semakin rumit. Pada saat sperti inilah birokrasi ekonomi perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah agar laju pertumbuhan ekonomi sejalan dengan dinamika mobilitas social masyarakat dalam mengimplementasikan kemampuan dan usaha masyarakat baik secara individual maupun kelompok.
Dalam masyarakat yang mengalami kondisi seperti ini akan sangat mudah dikenali tingkat mobilitasnya. Lantaran setiap individu manusia akan berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan hasil usahanya. Ini sangat berkait dengan upaya seseorang untuk membuktikan bahwa dirinya mampu dan siap memasuki persaingan pasar kerja yang tersedia. Geliat Padang Lawas , gimana? Wallaua’lam.

Minggu, 05 April 2009

Not FadeAway: The Life and Music of Buddy Holly


Sumber :The Age Cameron Woodhead, March 13, 2009

By : John Gribbin, Icon Books, $35

HALFWAY through this concise, immensely readable biography of Charles Hardin Holley, John Gribbin makes the astounding claim that ‘‘they were about to begin the most significant and influential tour in the entire history of popular music’’. He’s not referring to the Beatles’ conquest of the US in 1964, but Buddy Holly’s tour of the UK in 1958. After due consideration, I’m inclined to agree. It was, he claims, the genesis of the British pop explosion and Holly (not Elvis) was the detonator. The likes of Lennon, McCartney, Jagger, Richards and Clapton saw the shape of the future when Holly stepped on stage at the Trocadero Cinema at London’s Elephant and Castle. Free of rock hyperbole, this is an intelligent, sometimes wry, always informed compression of a short, staggeringly productive life that leaves the author and the reader wondering just what Holly might have achieved had he lived.

OBAMA INGIN DUNIA TANPA NUKLIR

Diperbaharui pada: 05 April, 2009 - Published 09:50 GMT
Sumber : BBC Indonesia via email berlangganan
Barack H Obama
Barack H Obama hadir bersama istrinya, Michelle di Praha
Presiden Amerika Barack Obama menyajikan garis besar visi dunia bebas senjata nuklir dalam pidato penting di Eropa.

Saat berbicara di hadapan massa lebih dari 30 ribu warga di ibukota Republik Ceko, Praha, Presiden Barack Obama menyampaikan seruan untuk menghentikan penyebaran senjata nuklir.

"Keberadaan ribuan senjata nuklir merupakan warisan paling berbahaya Perang Dingin," kata Obama.

"Hari ini Perang Dingin telah sirna, tapi ribuan senjata belum," tambahnya.

Hari ini Perang Dingin telah sirna, tapi ribuan senjata belum
Barack H Obama
Presiden AS

Obama mengatakan, dia telah menyatakan secara jelas komitmen Amerika untuk mengupaya dunia tanpa senjata semacam itu.

Dia mengatakan, Amerika akan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi peran senjata nuklir dalam strategi keamananya, dan memulai putaran baru perundingan baru mengenai pembatasan senjata dengan Rusia.

Obama menambahkan, pemerintahnya akan mengupayakan Amerika ikut meratifikasi traktat pelarangan uji nuklir interasional.

Dan, menurut Obama, Washington akan mengupaya kesepakatan baru untuk melarang produksi fissile material (bahan yang menopang reaksi berantai dalam fisi nuklir).

Obama mengatakan, pemerintahnya akan berusaha untuk berhubungan dengan Iran, dan menyodorkan kepada Iran pilihan antara mendapatkan akses ke energi nuklir damai, atau menghadapi risiko isolasi dengan strategi nuklirnya saat ini, yang menurut Obama, menimbulkan ancaman yang jelas.

Akan berjuang

Meski cita-cita nuklirnya mungkin tidak tercapai dalam masa hidupnya, Obama mengatakan, dia akan berjuang untuk mencapainya.

Obama mengatakan, sepanjang Iran masih tetap menjadi potensi ancaman nuklir, Amerika akan terus menggarap perisai pertahanan rudal, yang sebagian ditempatkan di Polandia dan Republik Ceko.

Presiden Amerika berpidato menjelang pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa di Praha, beberapa jam setelah Korea Utara meluncurkan roket dengan mengesampingkan peringatan internasional.

Obama mengutuk peluncuran itu, dan menyatakannya provokasi itu menekankan perlunya tindakan diambil.

"Kini tiba saatnya rekasi tegas internasional, dan Korea Utara harus tahu bahwa jalan menuju keamanan tidak akan pernah datang melalui senjata ilegal, kata Obama.

OBAMA, BROWN TEKANKAN LANGKAH BERSAMA ATASI KRISIS EKONOMI

Sumber : VOA News berlangganan

01/04/2009

Britain's Prime Minister Gordon Brown, left, and U.S. President Barack Obama shake hands following a news conference at the Foreign and Commonwealth Office in London, 01 Apr 2009
Gordon Brown dan Barack Obama di London, 01 Apr 2009
Presiden Amerika Barack Obama dan PM Inggris Gordon Brown menyerukan persatuan dunia dalam menghadapi krisis ekonomi dunia. Kedua pemimpin itu bertemu hari ini di London menjelang KTT G-20 hari Kamis.

Obama menegaskan perlunya memusatkan perhatian pada kesamaan pandangan dan bukan pada perbedaan di antara negara-negara besar dunia. Keduanya juga mengatakan proteksionisme bukanlah solusi atas perekonomian dunia yang melemah.

Di Berlin, Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan para pemimpin G-20 itu akan menyusun kesepakatan kokoh mengenai reformasi pasar.

Merkel mengatakan, ia sepakat dengan keteguhan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang mengatakan tidak akan menerima kompromi palsu pada KTT itu.

Namun ia mengatakan ancaman Sarkozy untuk melakukan walkout dalam KTT bukan langkah produktif. Menteri Keuangan Perancis mengisyaratkan bahwa Sarkozy akan melakukan walkout jika pertemuan gagal untuk menyepakati peraturan yang lebih ketat tentang pasar keuangan global.